Wellcome To Seni & Budaya

What time

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 25 Juli 2011

Wayang Kulit

Petruk dan Gareng

Petruk Gareng/ Gopries82 Galery
Punakawan adalah karakter yang khas dalam wayang Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya mengindikasikan bermacam-macam peran, seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritisi sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. Dalam wayang Jawa karakter punakawan terdiri atas Semar, Gareng, Bagong, dan Petruk.

Gareng adalah anak Semar yang berarti pujaan atau didapatkan dengan memuja. Nalagareng adalah seorang yang tak pandai bicara, apa yang dikatakannya kadang- kadang serba salah. Tetapi ia sangat lucu dan menggelikan. Ia pernah menjadi raja di Paranggumiwang dan bernama Pandubergola. Ia diangkat sebagi raja atas nama Dewi Sumbadra. Ia sangat sakti dan hanya bisa dikalahkan oleh Petruk.

Petruk anak Semar yang bermuka manis dengan senyuman yang menarik hati, panda berbicara, dan juga sangat lucu. Ia suka menyindir ketidakbenaran dengan lawakan-lawakannya. Petruk pernah menjadi raja di negeri Ngrancang Kencana dan bernama Helgeduelbek. Dikisahkan ia melarikan ajimat Kalimasada. Tak ada yang dapat mengalahkannya selain Gareng.

Sumber: http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Wayang/contents/punakawan.htm

                                                                                                                                            Petruk Gareng / Goprie82 Galery

Read More......

Minggu, 10 Juli 2011

Gandhi dan rumah perdamaian

Gandhi dan rumah perdamaian
Oleh : Lorraine Kearney

(Foto: Kota Johannesburg )
Rumah di Afrika Selatan di mana Gandhi mengembangkan konsep satyagraha abad yang lalu sedang dipulihkan, diperluas dan berubah menjadi B & B yang unik - surga damai di pinggiran kota Johannesburg sibuk.

Terselip di sudut yang keramaian antara Louis Botha Avenue dan Ivy Road di pinggiran Joburg dari Orchards, rumah keluarga sedang berubah menjadi saku kecil perdamaian.

Setelah pulang ke Mahatma Gandhi, The Kraal, di Jalan Pine, dibeli oleh du Monde Voyageurs, sebuah perusahaan perjalanan Perancis, pada bulan September 2009, dan sekarang milik anak perusahaan, Satyagraha Guest House.

Pemilik baru bermaksud memutar Satyagraha berganti nama Rumah menjadi "sebuah proyek yang unik pernah dicapai di mana saja di dunia", menurut Fabrice Dabouineau, kelompok Afrika direktur. Ini akan menjadi tempat tidur dan sarapan, di mana orang akan mampu menggali prinsip-prinsip Gandhi.

Dirancang oleh arsitek Hermann Kallenbach - teman baik dan pendukung Gandhi - itu disebut Kraal karena gabungan unsur-unsur Afrika dalam sebuah hunian di Eropa, kata Eric Itzkin dalam bukunya, Gandhi Johannesburg. Para pria dibagi dua rondavels dan mematikan antara tahun 1908 dan 1911.

Pada papan untuk perubahan Itzkin, wakil direktur City warisan bergerak, arsitek, Rocco Bosman, dan kurator, Lauren Segal, yang bertanggung jawab untuk pameran Gandhi di Bukit Konstitusi, antara proyek-proyek lainnya.

Rencana telah disajikan ke City, yang telah memberikan persetujuan untuk renovasi dan proyek secara keseluruhan, kata perusahaan. Dabouineau menjelaskan sebagai merehabilitasi dan menciptakan sepotong warisan baru di Johannesburg.

Didier Bayeye, direktur Satyagraha House, mengatakan situs ini penting karena selama waktu di sini bahwa Gandhi "membuat konsep satyagraha". Filosofi berfokus pada memimpin perjuangan tanpa kekerasan, tetapi dengan meditasi, doa dan puasa.
Warisan

"Juga, tidak ada tempat di dunia di mana warisan Gandhi kekal dalam cara ini," ia menekankan. "Di sini, para tamu dapat hidup cara Gandhi ingin hidup - hidup sederhana wisma akan disesuaikan dengan prinsip-prinsipnya.."

Dabouineau menjelaskan bahwa rumah akan dibagi menjadi beberapa bagian: bagian baru akan dibangun dimana para tamu akan dapat menghabiskan malam "dalam suasana yang sangat spesifik". Akan ada sebuah museum yang didedikasikan untuk Gandhi, satyagraha dan ke Afrika Selatan.

Dalam semua, akan ada delapan kamar di properti, serta taman meditasi dan perpustakaan spiritual berorientasi. Makanan vegetarian akan dilayani. Sesuai dengan panggilan Gandhi untuk kesederhanaan, tidak akan ada wifi, tidak ada televisi, tidak ada kolam renang - pada kenyataannya, tidak ada hiburan sama sekali akan diberikan, "kecuali hak istimewa berjalan dan hidup di jalan Gandhi".

Bagi mereka yang tidak bisa hidup tanpa komunikasi modern, Bayeye menambahkan: "Jika seorang tamu memiliki laptop dan tongkat 3G, maka ia dapat menggunakannya dalam kamarnya Tapi tidak di seluruh rumah atau taman.."

Furniture akan disesuaikan dengan waktu. Meskipun tidak akan menjadi asli, bantuan telah dicari dari spesialis antik untuk memastikan perabotan akan didasarkan pada awal abad 20. Ini akan menjadi nyaman, Bayeye kata, tapi mewah tidak modern.

Bangunan mulai pada awal September, dengan diharapkan selesai dalam waktu sekitar enam bulan. Hal ini dijadwalkan untuk membuka sebelum akhir April 2011.

Satu bagian dari rumah asli akan didedikasikan untuk ruang pameran, perpustakaan dan ruang meditasi, Bayeye menjelaskan. Ada juga tiga kamar sudah di sini.

Penambahan

Struktur utama yang ditambahkan luar pondok, yang akan menambah tiga kamar tidur, dan dapur. Sudah ada sebuah pondok dengan dua kamar.

Ini akan menjadi family suite, sementara semua kamar akan en-suite. Ini tidak akan memasak sendiri, bukan bekerja pada tempat tidur dan prinsip sarapan.

Bosman, yang merupakan spesialis warisan dengan latar belakang arsitektur, mengatakan rumah asli tidak akan berubah, kecuali untuk membatalkan perubahan yang dibuat berikutnya untuk meninggalkan Gandhi. Sebagai contoh, jendela atap yang ditambahkan akan dikembalikan ke aslinya. "Ini adalah restorasi," katanya, bukan renovasi.

Arsitektur baru dari luar kamar benar-benar bersahaja. Tidak ada hiasan di bangunan kontemporer. "Mereka sangat berbeda dari rondavels. Mereka sangat polos, sangat modernis, sehingga Anda dapat melihat dengan jelas asli," menekankan Bosman.

"Sangat penting untuk dapat membaca sejarah."

Museum

Museum ini sedang dirancang dan dikuratori oleh spesialis lokal, termasuk Itzkin, yang mengkurasi pameran permanen, Johannesburg: tempat kelahiran Satyagraha, di Museum Afrika dan Segal, yang mengkurasi pameran, 466/64 - Sebuah Tawanan di Taman untuk Mandela Yayasan dan Gandhi: Sebuah Tawanan Hati Nurani di Bukit Konstitusi, antara proyek-proyek besar lainnya.

Keduanya bekerja sama pada pengembangan, dan Dabouineau mengatakan Itzkin adalah "berkonsultasi pada setiap keputusan yang dibuat".

Segal menjelaskan bahwa pameran ini akan menjadi potret jauh lebih intim Gandhi dan Kallenbach dan hubungan mereka. Ini akan berbeda dari pameran Bukit Konstitusi, yang berfokus pada tahun penjara Gandhi.

"Itu adalah periode yang sangat mani baik dalam kehidupan mereka," jelasnya. "Ada perubahan yang mendalam dalam hidup mereka pada waktu itu, dalam diet, dalam politik, spiritual."

Dia juga akan fokus pada pengaruh Tolstoy, penulis Rusia, pada dua laki-laki. Ini adalah waktu yang selama ini mereka mendirikan Pertanian Tolstoy, di selatan Johannesburg, untuk menempatkan prinsip-prinsip ini dalam praktek.

Artefak diharapkan datang dari keluarga Kallenbach di Israel. Arsitek pindah ke Israel setelah akhir Perang Dunia Kedua, membawa bersamanya banyak alat-alat yang telah dibuat di Afrika Selatan, surat-surat dan buku harian. "Ini adalah hal-hal berharga yang kita berharap untuk kembali ke Afrika Selatan," kata Segal.

Script untuk museum sedang ditulis dalam beberapa bulan berikutnya, ketika detil yang lebih spesifik akan muncul.

Dengan dukungan dari kelompok-kelompok Indian konsul jenderal dan berbagai di India, perusahaan percaya wisma akan sukses.

"Di dalam ada kebisingan ada Hal ini sangat berbeda dari luar.. Ada vegetasi keajaiban di taman," kata Bayeye, mengacu pada lalu lintas di Jalan Louis Botha di dekatnya, tapi mungkin juga tidak sadar dengan kesederhanaan damai yang dianut Gandhi.

Sumber: Kota Johannesburg
Di kutib dari : http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.southafrica.info/about/arts/

Read More......

Jumat, 24 Juni 2011

Sketsa Kehidupan

Sketsa Kehidupan “Manusia Kadang Lupa Akan Fitrahnya”

          Illustrasi/Gopries82 Galery
Sketsa Kehidupan, berasal dari dua kata Sketsa dan Keidupan yang dirangkai dan dirangkum menjadi satu istilah yang mempunyai makna yang menggambarkan sifat atau kondisi suatu keadaan makhluk hidup. Sketsa : bisa diartikan sebagai sket, desain atau gambaran, sedangkan Kehidupan: berasal dari kata dasar Hidup diartikan sebagai benda bernyawa, benda bergerak yang dimaknai sebagai makhluk hidup dalam arti tunggal atau berdiri sendiri.. Namun, ketika kata hidup mendapatkan awalan ke dan akhiran an, menjadi kehidupan, kata tersebut mempunyai makna yang komplek yang selalu berhubungan dengan lingkungan, proses hidup, gaya hidup, psikologi, sosial, ekonomi dan budaya, religi, politik dan sebagainya yang mewarnai kehidupan itu sendiri.

Sketsa Kehidupan makhluk: Tumbuhan, binatang, manusia (bisa sendiri-sendiri / indifidu, atau kelompok tumbuhan, binatang dan kelompok orang/manusia, ras atau suku) tidak lepas dari lingkungan dimana mereka hidup. Dengan kata lain sketsa kehidupan manusia sebagai insan berakal yang mempunyai nalar dan budi pekerti, tidak lepas dari pengaruh faktor-faktor tersebut di atas. Sedangkan kehidupan tumbuhan dan binatang hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan, mereka tidak akan mengenal istilah ekonomi, politik, religi, kita semua tahu/paham kan mengapa?, karena mereka tidak berakal. Untuk itu kita semua sebagai manusia, bersyukurlah kepada-Nya Yang Maha Pencipta alam dan seisinya, bahwa Allah menciptakan manusia seperti kita-kita ini sebagai makhluk yang sangat mulia, sebagaimana dalam firman-Nya sebagai berikut:

‘Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik, dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan’ (QS Al-Isra: 70)

Salah satu hal yang mengindikasikan dimuliakannya manusia adalah peniupan ruh pada diri manusia. Allah SWT berfirman, ‘Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ‘ke dalamnya ruh-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS As-Sajdah: 9).

Kehidupan Manusia berbeda dengan makhluk lainnya.

Sudah jelas ada perbedaan sketsa kehidupan manusia dengan makhluk lainnya. Manusia dan binatang sama-sama mempunyai naluri atau insting, namun perbedaan manusia dan binatang sangat-sangatlah jelas mempunyai sifat yang berbeda, apa yang membedakannya? Sudah tentu dengan adanya akal pikiran atau nalar, akhlak dan iman. Binatang tidak mempunyai rasa malu, nggak punya rasa ewuh-pakewuh, tidak punya rasa unggah-ungguh (etika), tidak punya rasa tepa-slira (tengang rasa). Karena memang sudah dalam Qodrat-Nya mereka diciptakan tidak mempunyai akhlak seperti insan manusia. Tidak berakhlaknya binatang, sehingga mereka dalam melakukan kehidupannya tidak mempunyai norma-norma apapun sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan sehari-hari, misal kemanapun perginya mereka tetap telanjang, dan dalam melakukan hubungan intim maaf “seks” dimanapun mereka akan melampiaskan napsu birahinya dengan rasa enjoynya tak peduli ada siapa di kanan kiri , sama sekali tidak punya rasa malu, begitu pula .dalam mengais rizki, mencari makan atau mangsa, sebagaimana kita lihat “misalkan di hutan belantara dua ekor binatang buas yang sedang mengalami kelaparan dan menemukan mangsanya, mereka dengan napsu akan menyantapnya secara berlebihan dan menggagahi mangsanya dengan rakus, sifat egoisnya, dan akan berkelahi / bertarung habis-habisan bila mangsa dalam genggamannya hendak direbut binatang lain. Dengan rasa egonya dan napsu amarahnya akan menggunakan tulang dan ototnya sebagai kekuatan untuk mempertahankan mangsanya”.

Lain halnya bila peristiwa itu terjadi maaf “berebut mangsa” atau mencari rizki yang dilakukan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial / insan yang ber-akhlak, berakal dan ber-iman, yang mempunyai pedoman hidup Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad S.A.W, serta norma-norma/hukum negara, adat dan budaya yang berlaku selama tidak bertentangan dengan Firman-Nya, adalah sebagai tuntunan dan pedoman untuk melakukan kehidupannya, secara sadar dan harus disadari tentunya tidak akan melakukan atau berbuat sasuatu yang dilarang oleh pedoman-pedoman tersebut, dan tidak akan berperilaku kekerasan seperti binatang tersebut. Dengan menggunakan akhlak, akal, iman dan rasa sosial sebagai manusia yang mulia tentunya akan lebih santun, arif, beretika dan lebih bijak dalam melakukan suatu kegiatan-kegiatan tersebut. Kalau toh itu dalam “berebut mangsa” atau melakukan sesuatu seperti binatang itu ada, dan dilakukan oleh manusia, apa yang terjadi dan apa sebutan kehidupan pada manusia tersebut?. Maaf barang kali kurang pas/tidak bijaksana dan terlalu kasar bila disebutkan Kehidupan “Manusia Seperti Binatang” yang jelas Manusia tersebut dalam keadaan lalai/lupa akan Fitrah-Nya. Mengapa dan bagaimana bisa terjadi ?

Pada dasarnya fitrah manusia itu cenderung bersyariat Islam, sebagaimana firman Allah, “Maka hadapkanlah wajahmu lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Ar-Ruum: 30)

Allah berfirman, “(Ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil saksi terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):“Bukankah Aku ini Tuhanmu. Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Allah).” (Al-A’raf: 172)

Dari kedua ayat di atas dapat dipahami bahwa Allah menciptakan hati manusia dengan kecenderungan alami, yakni seruan iman. Kecenderungan inilah yang disebut dengan fitrah. Konsekuensi dari iman adalah mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah atau dengan kata lain mengamalkan syariat Allah. Fitrah ini Allah ciptakan pada diri manusia sejak dalam kandungan ibunya, lalu ia dilahirkan ke dunia dalam keadaan fitrah, Nabi saw bersabda, “Setiap anak bayi itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Maka kedua orang tuanyalah yang memajusikannya atau menasranikannya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Oleh : Prihartanto Tanto

Read More......

Seni Lukis

Seni Lukis

                                Gopries82 Galery
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.

Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.

Dibawah ini beberapa sketsa/lukisan yang saya buat dengan kombinasi foto yang diupload dan melalui cropping, kemudian digunakan fasilitas Untitled-Paint. Goresan2 nampak kurang halus. Nggak apalah hanya sebuah sketsa saja.

"Nggowes Bersama 82",

        Nggowes82/Gopries82 Galery
Dengan bersepeda kita bisa mendapatkan tubuh yang sehat, pikiran bisa fresh bila kita bisa merasakan dan menikmati indahnya alam dengan udara segar, tentunya bersepeda di lokasi yang jauh dari polusi udara (misalnya Keliling desa demi desa atau di pegununungan). Semuanya itu ada petunjuk sebagai Tip dan Trik bersepeda agar terasa nyaman, Untuk mendapatkan informasi-informasi tentang bersepeda, perawatan sepeda, berita sepeda, berbagai jenis sepeda dan asesorisnya silahkan berkunjung ke situs webblog tentang sepeda. Selengkapnya..



                       Gopries82 Galery
"I Don't Know, What I Say", adalah goresan dalam wujud topeng yang ditutup muludnya dengan selotip dalam sebuah ilustrasi topeng-topeng, " Saya tidak tahu, Apa yang saya Katakan".









                             Gopries82 Galery
 "Badai Pasti Berlalu", goresan hitam putihnya kehidupan yang dialami hampir semua insan ciptaa-Nya. Pernahkah Anda hidup ditengah lautan yang gelap, dan merasakan bagaimana terjangan badai yang sangat dahsyad?. Maka Selalu bersyukurlah atas rahmat dan nikmat-Nya hidup, dan bersabarlah.







                          Gopries82 Galery
"Memancing" Sebuah goresan dalam Sketsa yang menggambarkan ekspresi wajah kegembiraan dan kekaguman, karena didapatkannya ikan yang besar .... he..he..he,.. Nikmat. Kegiatan memancing salah satu hiburan pada saat libur yang bisa membuat refresh dari kesibukan kerja sehari-hari. "Memancing" bisa melatih kesabaran seseorang. Namun " Jangan Memancing di Air Keruh" ..... ha..ha..ha.





                            Gopries82 Galery
"Menjelajah Negeri", adalah suatu ilustrasi yang menggambarkan seseorang dalam menjelajah angkasa raya dengan maksud menelusuri, mencari, dan membaca informasi terkini, menelusuri tempat-tempat wisata dunia, bersilaturahim sesama teman melalui media elektronik dan teknologi atau yang lebih dikenal dengan istilah kerennya dunia IT (Informasi Teknologi) melalui internet. Bila anda ingin berkunjung ke tempat wisata, silahkan klik disini.

Read More......

Ilustrasi 3d Kubus

Back To Nature (Nggowes)

Dengan bersepeda kita bisa mendapatkan tubuh yang sehat, pikiran bisa fresh bila kita bisa merasakan dan menikmati indahnya alam dengan udara segar, tentunya bersepeda di lokasi yang jauh dari polusi udara (misalnya Keliling desa demi desa atau di pegununungan). Semuanya itu ada petunjuk sebagai Tip dan Trik bersepeda agar terasa nyaman, Untuk mendapatkan informasi-informasi tentang bersepeda, perawatan sepeda, berita sepeda, berbagai jenis sepeda dan asesorisnya silahkan berkunjung ke situs webblog tentang sepeda. Selengkapnya
review goresanwarnasenibudaya.blogspot.com on alexa.com

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by Goresan Warna

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger